Sabtu, Juli 17

Arti Sebuah Kehidupan

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis  sama, "Aduhh!"

Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!"  Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?"

Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba  perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, "Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah GEMA, tapi sesungguhnya itulah KEHIDUPAN."

Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya
tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

Jumat, Juli 16

Hebatnya Cinta

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai
seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan
mesti kamu tahu cintamu mungkin tak terbalas, tapi kamu
tetap mencintainya....

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan
apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu
tahu ia takkan perna peduli ataupun ia peduli dan
mengerti, tapi ia tetap pergi.....

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala
terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama,
tertawa kala berpisah....

Aku pernah..........
Aku pernah tersenyum meski ku terluka karena kuyakin
Tuhan tak menjadikannya untukku

Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut
kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja
Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut aku
kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan........

Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena
sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti
telah menyiapkan cinta yang lain untukku

Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat
kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam
jiwa, dan bukan ada dalam raga

Semua orang pasti perna merasakan cinta....baik dari
orang tua....sahabat.....kekasih dan akhirnya pasangan
hidupnya

Karena cinta yang indah tidak terjadi dalam waktu
sekejap....Tuhan sedang mempersiapkan segala yang
terbaik bagimu....dan cinta bukan suatu kehampaan.....

Love Forever

Kamis, Juli 15

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal jauh 250 km darinya.
Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu."

Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya. Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, "Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.